1. Pengertian apoenzim dan gugus prostetik itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan apoenzim dan gugus prostetik ?
  3. Apa arti kata apoenzim ? Apa itu apoenzim ?
  4. Apa pengertian dan contoh apoenzim ?

Pengertian Apoenzim dan Gugus Prostetik Menurut Para Ahli


Arti apoenzim dan gugus prostetik adalah :

Definisi apoenzim adalah bagian enzim aktif yang terdiri atas protein dan mempunyai sifat tidak tahan panas. (Tim Tangga Eduka : 2015)

Pengertian apoenzim adalah bagian enzim yang terdiri atas protein. Gabungan antara apoenzim dan kofaktor disebut dengan holoenzim. Kofaktor memegang peranan yang sangat vital untuk berfungsinya enzim sebagai katalisator. (Tetty setiowati & deswaty furqonita : 2007)

Pengertian gugus prostetik adalah bagian yang terikat kuat pada apoenzim. (Drs. Mades Fifendy, M.Biomed : 2017)

Definisi gugus prostetik adalah kofaktor yang membentuk ikatan yang sangat erat baik secara kovalen maupun non kovalen dengan apoenzim serta sulit terurai dalam suatu larutan. (Rika Andriyani dkk : 2015)


Seperti yang telah kita bahas pada artikel sebelumnya bahwa sebuah enzim terdiri dari apoenzim dan kofaktor. Dimana apoenzim merupakan bagian enzim yang khusus terdiri dari molekul protein saja. Apoenzim tidak dapat bekerja sendiri, ia membutuhkan kofaktor agar dapat aktif melaksanakan tugasnya.

Meskipun demikian tidak semua kofaktor terikat terus-menerus pada enzim, ada juga jenis kofaktor yang melepaskan diri dari enzim setelah tugasnya selesai. Apoenzim menentukan fungsi sebuah enzim, akan bekerja pada substrat jenis apa dan reaksi apa yang akan dilaksanakan. Pada apoenzim lah substrat melekat untuk kemudian diubah menjadi senyawa lain sebagai produk akhir.

Setiap enzim memiliki struktur apoenzim yang berbeda yang membedakan antara enzim yang satu dengan enzim yang lain sehingga enzim tertentu hanya dapat bereaksi pada reaksi dan substrat tertentu saja. Apoenzim tersusun atas asam amino, dimana setiap apoenzim memiliki susunan asam amino yang berbeda.

Tidak seperti kofaktor, apoenzim tidak mampu bertahan dalam suhu tinggi yang dapat mengakibatkan kinerjanya menurun bahkan rusak. Contoh apoenzim adalah pepsin yang berfungsi memecah protein menjadi ukuran yang lebih kecil (polipeptida) dan tripsin yang tugasnya meneruskan pekerjaan pepsin yaitu mengubah polipeptida menjadi asam amino sehingga dapat diserap oleh usus.

Berbicara mengenai kofaktor, ada jenis kofaktor yang berikatan kuat dengan apoenzim atau molekul protein sehingga setelah reaksi selesai pun kofaktor ini tetap terikat dengan enzim dan sulit terurai dalam larutan yang disebut dengan gugus prostetik. Contohnya seperti FAD atau flavin adenine dinukleotida yang merupakan kofaktor untuk enzim suksinat dehidrogenase dan heme yang merupakan kofaktor dari enzim katalase.

Layaknya sifat kofaktor pada umumnya maka gugus prostetik juga tahan terhadap suhu yang tinggi / panas dan bersifat aktif dimana tanpa andilnya apoenzim tidak akan dapat bekerja.

Dalam bekerja sama dengan apoenzim melaksanakan tugas-tugasnya, gugus prostetik mengalami perubahan bentuk seperti dari kondisi teroksidasi berubah menjadi tereduksi, atau sebaliknya. Ketika terjadi reaksi lagi kemudian gugus tersebut berubah lagi dari kondisi tereduksi menjadi teroksidasi, dan begitu seterusnya.


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian apoenzim dan gugus prostetik. Semoga kalian bisa menjelaskan perbedaan holoenzim apoenzim gugus prostetik koenzim dan kofaktor secara umum ya ! Baca juga pengertian blacklist 🙂