1. Pengertian blacklist dalam perbankan itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan blacklist dalam perbankan ?
  3. Apa arti kata blacklist ? Apa itu blacklist dalam perbankan ?

Pengertian Blacklist Dalam Perbankan Menurut Para Ahli


Arti blacklist dalam perbankan adalah :

Definisi blacklist dalam perbankan adalah daftar hitam perbankan yang menyulitkan seorang nasabah untuk memperoleh pinjaman dari bank manapun yang ada di Indonesia. (Supriyono Soekarno:2010)

Pengertian blacklist dalam perbankan adalah suatu daftar hitam dari BI terhadap orang-orang yang tidak sanggup membayar atau melunasi tagihan kreditnya. Contohnya seperti tagihan kredit motor, kredit mobil, KT, kredit KPR ataupun kartu kredit. (Hadi Harmoko) 


Setiap kita tahu dengan sebutan “Blacklist”. Dari kata “Blacklist”, itu merupakan suatu catatan dalam sebuah daftar, dimana pencatatan tersebut tertuju kepada subjek atau orang yang telah melakukan hal- hal yang tidak baik atau merusak dan bahkan berbahaya, baik itu terhadap pihak yang lain maupun masyarakat setempat.

Dalam dunia perbankan, pengertian blacklist adalah suatu daftar, dimana di dalam pencatatan yang terdapat di dalamnya berisi mengenai nasabah, baik itu perseorangan maupun perusahaan yang terkena sanksi disebabkan oleh pihak yang bersangkutan telah melakukan tindakan tertentu yang telah merugikan pihak bank dan masyarakat.

Dalam transaksi bank sehari-hari, ada kalanya sering terjadi pembukaan cek kosong oleh nasabah. Dari pihak bank yang bersangkutan wajib melaporkan kasus ini, sehubungan pembukaan cek kosong. Dan nama nasabah tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar, yang disebut dengan istilah Daftar Hitam Nasional (DHN) dengan tindakan mulai dari penutupan rekening hingga tuntutan pidana.

Ada juga sering terjadinya kelalaian nasabah dalam hal menyetor angsuran kreditnya. Mereka menganggap bahwa jika mereka tidak sanggup melunasi hutang kreditnya, paling jaminannya disita oleh pihak bank yang sebagai kreditur. Tetapi, ketika mereka pada saat mengajukan kredit lainnya, permohonannya ditolak oleh pihak bank yang bersangkutan. Sebab nama mereka sudah terdaftar sebagai Blacklist.

Biasanya nama- nama yang sudah tercatat sebagai daftar Blacklist sudah tersimpan dalam sebuah sistem, yaitu: Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. SID ini biasanya dilaporkan secara rutin dalam setiap bulan dan SID merupakan sebuah sistem penghimpunan informasi mengenai fasilitas pembiayaan (kredit).

Pihak yang melaporkannya adalah lembaga-lembaga keuangan sebagai peserta SID, termasuk Bank Umum kepada  Bank Indonesia (BI) Sebagai regulator moneter dan sistem pembayaran di Indonesia. Dalam SID ini, jenis-jenis data yang didatakan dan dikumpulkan oleh lembaga-lembaga keuangan, mencakup: verifikasi identitas debitur (nasabah), fasilitas pinjaman, kondisi cicilan kredit dan jangka waktu kreditnya.

Bagi nasabah yang melakukan transaksi pengajuan kredit dengan  lembaga keuangan, seperti: pengajuan kartu kredit, pinjaman pribadi, KPR, KPA, kredit kendaraan dan lainnya. Nama nasabah tersebut sudah terdaftar dalam SID dan data tersebut diikuti oleh keterangan sesuai dengan kondisi riwayat kredit nasabah. Jadi, supaya untuk menghindari tercatat dalam daftar Blacklist. Sebagai nasabah yang telah mengajukan kredit, bayarkanlah angsuran kreditnya secara rutin dan tepat waktu.

Hal-hal lainnya yang harus dihindari adalah: Jangan berhutang melebihi kemampuan kita, hindari penggunaan kartu kredit yang berlebihan, jika nasabah mengalami hal di luar dugaan, seperti musibah atau kecelakaan. Segeralah lapor kepada pihak bank yang bersangkutan, mengenai angsuran kreditnya dan dari pihak bank akan memberi solusi terbaik bagi nasabah tersebut. Supaya jangan dimasukkan dalam daftar Blacklist hanya karena tidak memberikan informasinya.


Itulah sedikit penjelasan tentang blacklist dalam perbankan. Semoga kalian bisa menjelaskan pengertian blacklist dalam perbankan secara umum ya ! Baca juga pengertian appraisal bank 🙂