1. Pengertian deposito berjangka dan sertifikat deposito itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan deposito berjangka dan sertifikat deposito ?
  3. Apa arti deposito berjangka dan sertifikat deposito ?
  4. Apa itu deposito berjangka dan sertifikat deposito ?
  5. Apa perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito ?

Pengertian Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito Menurut Para Ahli


Arti deposito berjangka dan sertifikat deposito adalah :

Pengertian deposito berjangka adalah suatu simpanan yang penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak penyimpan dan bank yang bersangkutan. Ada jenis-jenis deposito yang dapat ditarik setiap bulan, setiap 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun dan 2 tahun. Sedangkan pengertian sertifikat deposito adalah deposito berjangka yang mana bukti simpanannya bisa diperdagangkan. (Drs. Deliarnov, M.Sc : 2007)

Pengertian sertifikat deposito adalah adalah suatu simpanan dalam bentuk deposito yang mana sertifikat bukti penyimpanannya bisa dipindahtangankan. (Rachmadi Usman : 2001) 


Awalnya orang-orang menyimpan uang di bank dengan tujuan mengamankan dananya. Daripada disimpan di rumah dengan berbagai risiko seperti pencurian dan kebakaran lebih baik disimpan di bank, aman dan mudah diakses dari mana saja. Namun seiring perkembangan zaman menyimpan uang di bank menjadi salah satu bentuk investasi karena semakin menariknya tingkat suku bunga yang ditawarkan. Diantara bentuk simpanan uang di bank dengan tingkat suku bunga yang menarik yaitu deposito berjangka dan sertifikat deposito.

Apa pengertian deposito berjangka dan contohnya? Apa pengertian sertifikat deposito dan contohnya?

Oke, pertama kita bahas mengenai deposito berjangka. Pada dasarnya deposito berjangka atau yang biasa disebut deposito adalah sama seperti tabungan yaitu layanan bank untuk menyimpan dana nasabah, dan karena nasabah telah memercayakan dananya maka pihak bank memberikan balas jasa berupa bunga dengan persentase tertentu dari nominal simpanan. Perbedaannya deposito tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu sebagaimana tabungan biasa, ada jangka waktu tertentu yang telah disepakati di awal hingga nasabah dapat mencairkan dananya. Oleh karena itu tingkat suku bunga yang ditawarkan relatif lebih tinggi daripada tabungan.

Jangka waktu pada deposito biasanya tidak terlalu lama dan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan yaitu 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan. Umumnya semakin lama jangka waktu yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat suku bunga yang ditawarkan. Meskipun demikian nasabah tetap dapat mencairkan dananya sebelum jatuh tempo jika sewaktu-waktu nasabah ada keperluan mendesak atau hal lainnya yang mengharuskan ia mencairkan dananya dengan catatan dikenakan penalti atau denda.

Disamping itu ada pula sertifikat deposito. Pengertian sertifikat depositor adalah surat berharga atas unjuk yang menyatakan bahwa pemegang sertifikat tersebut memiliki sejumlah dana di bank atau lembaga keuangan yang tertera pada sertifikat tersebut. Konsepnya sama dengan deposito yaitu simpanan uang dengan jangka waktu tertentu dan mendapat balas jasa dengan tingkat suku bunga yang relatif tinggi.

Karena bersifat atas unjuk maka siapa pun yang memegang sertifikat deposito dapat mencairkannya ketika telah jatuh tempo sehingga sertifikat ini harus benar-benar dijaga keamanannya. Namun karena hal ini pula lah sertifikat deposito lebih fleksibel daripada deposito berjangka. Ia dapat dipindahtangankan, diperjualbelikan, bahkan digunakan sebagai jaminan kredit karena nilainya sama dengan jumlah uang yang tertera di sertifikat tersebut. Baik dana pada deposito berjangka ataupun sertifikat deposito, keduanya dijamin oleh LPS (lembaga penjamin simpanan) dengan persyaratan tertentu sehingga nasabah tidak perlu khawatir dengan keamanan dananya.


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian deposito berjangka dan sertifikat deposito. Semoga kalian bisa menjelaskan perbedaan antara deposito berjangka dan sertifikat deposito secara umum ya ! Baca juga pengertian daftar pustaka dan catatan kaki 🙂