1. Pengertian fidusia dan contohnya itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan perjanjian fidusia ?
  3. Apa arti kata jaminan fidusia ? Apa itu jaminan fidusia ?
  4. Apa pengertian fidusia dan jaminan fidusia ?
  5. Apa pengertian fidusia menurut para ahli ?

Pengertian Fidusia Menurut Para Ahli


Arti fidusia adalah :

Pengertian fidusia adalah penyerahan hak milik atas suatu benda secara kepercayaan sebagai agunan (jaminan) bagi pelunasan piutang kreditor. Fidusia berasal dari kata fides atau fidusiair yang artinya kepercayaan. (Rachmadi Usman : 2009)

Pengertian fidusia dan jaminan fidusia menurut UU RI No 42 Th 1999 tentang Jaminan Fidusia adalah sebagai berikut :

  • Pengertian fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.
  • Pengertian jaminan fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak (baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud) dan benda tidak bergerak (khususnya bangunan) sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu.

Pengertian fidusia ulang adalah pembebanan fidusia sekali lagi atas benda yang sama yang telah dibebankan fidusia sebelumnya. (Fuady : 2000)


Pengertian fidusia dan contohnya – Dalam dunia ini segala sesuatu yang bersifat kepemilikan pasti mempunyai sebuah identitas sebagai bukti dari pemiliknya. Nah bagaimana dengan hal pengalihan sesuatu benda? Apakah juga mempunyai bukti sebagai kepemilikannya?

Terjadinya pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas kepercayaannya sesuai dengan ketentuan bahwa hak kepemilikan atas benda yang dialihkan, tetap dalam penguasaan pemilik bendanya, disebut Fidusia. Kata Fidusia, berasal dari Bahasa Romawi, fides yang berarti kepercayaan. Sesuai dengan terminology Belanda, istilah ini disebut dengan “Fiduciare Eigendom Overdracht (F. E. O)”, yang mempunyai arti: penyerahan hak milik secara kepercayaan. Sedangkan dalam Bahasa Inggris disebut Fiduciary Transfer of Ownership.

Sesuai ketentuan Undang- Undang No. 16 Tahun 1985 mengenai pengaturan tentang Fidusia, berbunyi:

Undang-Undang No. 16 Tahun 1985, pasal 12:

1) Rumah susun berikut tanah tempat bangunan itu berdiri serta benda lainnya yang merupakan atau kesatuan dengan tanah tersebut dapat dijadikan jaminan hutang dengan:

  • Dibebani hipotik, jika tanahnya adalah tanah hak milik atau hak guna bangunan;
  • Dibebani fidusia, jika tanahnya adalah tanah hak pakai atas tanah Negara.

2) Hipotik atau fidusia dapat juga dibebankan atas tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) beserta rumah susun yang akan dibangun sebagai jaminan pelunasan kredit yang dimaksudkan untuk membiayai pelaksanaan pembangunan rumah susun yang telah direncanakan di atas tanah yang bersangkutan dan yang pemberian kreditnya dilakukan secara bertahap sesuai dengan pelaksanaan pembangunan rumah susun tersebut.

Undang-Undang No. 16 Tahun 1985, pasal 16:

  1. Dalam pemberian hipotik atau fidusia sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 dan pasal 13 dapat diperjanjikan bahwa pelunasan hutang yang dijamin dengan hipotik atau fidusia itu dapat dilakukan dengan cara angsuran sesuai dengan tahap penjualan satuan rumah susun, yang besarnya sebanding dengan nilai satuan yang terjual.
  2. Dalam hal dilakukan pelunasan dengan cara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka satuan rumah susun yang harganya telah dilunasi tersebut bebas dari hipotik atau fidusia yang semula membebaninya.

Dan kemudian baru peluncuran Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 mengenai Jaminan Fidusia.

Contoh Fidusia (contoh fidusia kendaraan bermotor) :

Amir meminjam uang kepada Rudi. Sebagai jaminannya, amir menyerahkan BPKB motornya kepada Rudi, tetapi motor tersebut tetap dikuasai oleh Amir. Ini merupakan contoh Fidusia, sebab hak kepemilikan motor amir yang dibuktikan dengan BPKB telah diserahkan kepada Rudi, sedangkan penguasaan atas barang jaminan (motor) tetap pada amir.


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian fidusia dan contohnya. Semoga artikel secara ringkas mengenai fidusia dan jaminan fidusia ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. Baca juga pengertian agunan dalam perbankan 🙂