1. Pengertian girik dalam pertanahan itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan girik ?
  3. apa yang dimaksud dengan tanah girik ?
  4. Apa arti kata girik ?
  5. Apa itu girik ?

Pengertian Girik Dalam Pertanahan


Arti girik adalah :

Dalam dunia properti, sering kita mendengar hak pakai dan hak milik. Bagaimana dengan istilah “Girik”? Secara umum pengertian girik adalah suatu hak atas sebuah tanah, dimana masih berbentuk Surat Keterangan Tanah dari pihak kelurahan dan kecamatan yang merupakan bukti penguasaan atas tanah, bukan sebagai bukti kepemilikan, melainkan hanya sebagai identitas pembayar pajak atas tanah yang dikuasainya.

Singkatnya, pengertian girik adalah suatu tanda bukti pembayaran pajak atas tanah dan bukan merupakan tanda bukti kepemilikan hak atas tanah. Jadi apabila di atas bidang tanah yang sama, terdapat klaim dari pemegang surat sertifikat dan dari pemegang girik, maka pemegang surat sertifikatlah yang akan mempunyai klaim hak kebendaan yang lebih kuat.

Perlu diketahui bahwa girik merupakan hak lama atas tanah yang dikuasai, tidak hanya berasal dari tanah hak adat, namun bisa juga dari tanah hak milik barat, seperti: eigendom, erfpacht dan opstaal.

Sesuai dengan pengeluaran UUPA (Undang Undang Pokok Agaria) No. 5 Tahun 1960, masyarakat Indonesia harus melakukan konversi terhadap tanah-tanah hak lama dari tanah hak adat, seperti girik, petok D atau Ketitir, dsb menjadi hak atas tanah yang bersertifikat. Sebab bukti kepemilikan atas tanah yang dimiliki, sesuai UUPA No. 5 Tahun 1960, hanya bentuk sertifikat hak atas tanahlah yang merupakan bukti kepemilikan yang kuat dan sah. Jadi, Surat Girik dan SKT merupakan dasar untuk pengajuan perubahan dari tanah hak lama menjadi hak atas tanah yang berbentuk Sertifikat Hak Milik (SHM).

Apakah tanah girik bisa dijual? Jawabannya bisa. Namun harga tanah girik akan sangat murah jika dibandingkan dengan tanah yang sudah bersertifikat. Jika berniat menjual, sebaiknya diupgrade terlebih dahulu menjadi tanah bersertifikat.

Dari segi jenis-jenis hak atas tanah, girik terbagi menjadi:

Hak Pakai.

Berdasarkan UUPA No. 5 Tahun 1960, pasal 41 ayat 1 berbunyi: Hak Pakai adalah hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain, yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya, yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah, segala sesuatu asal tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan-ketentuan Undang-undang ini.

Hak Milik.

Sesuai UUPA  pasal 20 ayat 1, berbunyi: Hak milik adalah hak turun-temurun, terkuat, dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah, dengan mengingat ketentuan dalam Pasal 6. Dan pasal 20 ayat 2, berbunyi: Hak milik dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain.

Hak Guna Bangunan (HGB).

Pengertian Hak Guna Bangunan (HGB) adalah kewenangan yang diberikan oleh pemerintah atau suatu hak yang didapatkan untuk menggunakan sebuah lahan yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu 30 tahun, yang atas permintaan pemegang hak mengikat keperluan serta keadaan bangunan-bangunannya dan dapat diperpanjang sampai dengan jangka waktu maksimum 20 tahun.

Hak Guna Usaha (HGU).

Pengertian Hak Guna Usaha (HGU) adalah hak khusus untuk mengusahakan tanah yang bukan miliknya sendiri atas tanah yang dikuasai langsung oleh negara untuk usaha pertanian, perikanan atau peternakan.


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian girik dalam pertanahan. Semoga kalian bisa memahami pengertian pengertian surat girik secara umum ya ! Baca juga pengertian spam dan contohnya 🙂