1. Pengertian hipotik dan contohnya itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan utang hipotik ?
  3. Apa yang dimaksud dengan hipotik ?
  4. Apa arti kata hipotik ? Apa itu hipotik ?
  5. Apa pengertian hipotik dalam akuntansi ?

Pengertian Hipotik Menurut Para Ahli


Arti hipotik adalah :

Pengertian hipotik adalah suatu hak kebendaan atas benda tak bergerak, untuk mengambil penggantian dari padanya bagi pelunasan suatu perikatan. (pengertian hipotik dalam hukum perdata menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata : Pasal 1162)

Pengertian hipotik adalah suatu hak kebendaan yang hanya terbatas pada hak untuk mengambil penggantian dari benda tidak bergerak untuk melaksanakan pelunasan suatu perikatan saja. (Hartono Hadisoeprapto)

Pengertian Utang Hipotik dan Contohnya

Pengertian utang hipotik adalah pinjaman jangka panjang dimana si pemberi uang atau kreditur diberi hak hipotik tentang sesuatu barang tidak bergerak agar supaya bila pihak debitur tidak memenuhi kewajibannya, barang tersebut bisa dijual lagi dan dari hasil penjualan tersebut dapat dipergunakan untuk menutup tagihannya (Riyanto 2001:239).

Sedangkan menurut Husnan (2007:374), definisi hipotik adalah bentuk utang yang sifatnya jangka panjang dengan menggunakan agunan aktiva tidak bergerak seperti tanah dan bangunan.

Dari beberapa pendapat tersebut bisa kita simpulkan, bahwa pengertian utang hipotik adalah utang jangka panjang kepada pihak lain yang disertai barang jaminan berupa aktiva tetap berwujud.

Atau dengan kata lain arti hipotik adalah suatu hak kebendaan atas suatu benda tak bergerak yang muncul karena adanya suatu perjanjian yang berguna sebagai jaminan. 


Pengertian Hipotik dan Contohnya – Sebenarnya Hipotik menurut Kitab Undang- Undang Hukum Perdata BAB XXI pasal 1162, berbunyi: Hipotek adalah suatu hak kebendaan atas barang tak bergerak yang dijadikan jaminan dalam pelunasan suatu perikatan. Sedangkan menurut Vollmar, arti Hipotik adalah “Sebuah hak kebendaan atas benda-benda tak bergerak tidak bermaksud untuk memberikan orang yang berhak (pemegang hipotik) sesuatu nikmat dari suatu benda, tetapi ia bermaksud memberikan jaminan belaka bagi pelunasan sebuah hutang dengan dilebihdahulukan” (Vollmar, 1989: 328)

Hipotik ini bersifat absolut sebab hak atas kepemilikan benda, hak tersebut mengikat bendanya dan memberi wewenang yang luas kepada pemiliknya serta jangka waktu hak yang tidak terbatas.

Dan sifat umum lainnya mencakup: merupakan perjanjian Accesoir (Perjanjian tambahan yang berkaitan dengan perjanjian pokoknya), hak yang didahulukan dari piutang lainnya (Droit de Preference), mudah dieksekusi, objek benda tetap baik itu benda berwujud maupun benda tidak berwujud, hipotik ini memiliki hak hanya untuk melunasi hutangnya dan tidak berhak menguasai bendanya, dibebankan atas benda milik orang lain, pinjaman hipotik tidak bisa dibagi- bagikan, bersifat terbuka (Openbaar) dan specialitas.

Sedangkan sifat penanggungan dalam hipotik, terbagi atas 2 adalah: sifat penanggungan secara Personal Guarantee/Borgtocht dan sifat penanggungan secara Company Guarantee.

Contoh kasus Hipotik: Gugatan Intervensi Pihak ketiga (PERTAHANKAN HAK HIPOTIK)

Bapak Johan bersama istrinya serta teman baiknya bernama Iwan (berkongsi dagang) sama-sama telah membeli sebuah toko, dan diberi nama “Modern”. Tanpa sepengetahuan Bpk. Johan bersama istrinya, Iwan membuat sertifikat tanah toko tersebut atas nama sendiri.  Kemudian terbitlah sertifikat tanah toko tersebut dan Iwan mengajukan kredit pada Bank Mandiri dengan sertifikat tanah tersebut.

Lalu, dari jaminan kredit tersebut oleh Bank Mandiri dibebani hak hipotik no. 28 dan sertifikat tanah no. 87, Toko Modern, jln. Merdeka, dipegang oleh pihak bank. Setelah waktu berjalan 5 tahun kemudian, timbullah persengketan tentang pembagian hak atas Toko Modern. Akhirnya, dengan secara musyawarah terambil keputusan pembagiannya, yaitu: Bpk. Johan 40%, istrinya 20% dan Iwan 40%.

Karena Iwan ini, melakukan kecurangan. Akhirnya Bpk. Johan dan istrinya menggugat Iwan lewat Pengadilan Negeri. Dalam masa gugatan, Bank Mandiri mengajukan gugatan intervensi bahwa perkreditan Iwan dengan menyerahkan jaminan berupa sertifikat  hak milik no. 87 dan telah diikat dan dibebani hak hipotik dengan akta dan sertifikat hipotik no. 28. Kemudian berdasarkan keputusan hakim, maka pembagiannya dibagi berdasarkan kesepakatan sebelumnya.

Tetapi Iwan, mengajukan naik banding ke Pengadilan Negeri dan akhir keputusannya, Iwan menjadi pemilik sepenuhnya dan sah atas sertifikat tanahnya karena terterah nama pemiliknya. Tetapi, bagi Bpk. Johan dan istrinya merasa dirugikan. Akhirnya kasus ini, diajukan ke Mahkamah Agung. Dan akhir keputusannya, hanya 40% yang diperoleh oleh Iwan sebagai haknya dan dikenai hak hipotik.


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian hipotik dan contohnya. Semoga kalian bisa menjelaskan pengertian hipotik dan contoh hipotik secara umum ya ! Baca juga pengertian monometalisme 🙂