1. Pengertian konflik vertikal dan horizontal serta contohnya itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan konflik horizontal dan vertikal ?
  3. Apa arti konflik horizontal dan vertikal ?
  4. Apa itu konflik horizontal dan vertikal ?
  5. Apa perbedaan konflik horizontal dan vertikal ?
  6. Apa penyebab konflik vertikal dan horizontal ?

Pengertian Konflik Horizontal dan Vertikal Menurut Para Ahli


Arti konflik horizontal dan vertikal adalah :

Pengertian konflik horizontal adalah suatu bentuk konflik yang terjadi di kalangan warga masyarakat, baik dalam skala besar maupun kecil. Pengertian konflik vertikal adalah konflik antara warga masyarakat dan pemerintah, sedangkan konflik multidimensi adalah tumpang tindih antara konflik vertikal dan konflik horizontal. (Dwipayana et al : 2001)

Definisi konflik horizontal adalah konflik yang terjadi di antara orang atau golongan yang mempunyai kesamaan kelas sosial, derajat sosial ataupun golongan yang sama di dalam suatu masyarakat. (Tim Kompas Ilmu : 2018)

Pengertian konflik horizontal adalah suatu pertikaian atau ketidaksepahaman antara warga yang satu dengan warga masyarakat yang lain. Motif atas timbulnya konflik horizontal ini bisa didorong oleh perbedaan suku, agama, dan kepentingan lainnya. (Jawahir Thontowi : 2002)

Pengertian konflik vertikal adalah konflik antar dua kelompok yang berbeda status. (Dedi Gunarto : 2018) 


Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam interaksi antarmanusia. Mulai dari interaksi yang terjadi antara dua orang, terlebih lagi interaksi yang melibatkan banyak orang. Berbagai macam perbedaan seperti perbedaan pola pikir, latar belakang, agama, ras, suku, kepentingan, dan lain sebagainya dapat memicu timbulnya konflik.

Contoh sederhananya saja konflik yang terjadi antara dua orang saudara kandung, yang satu senang belajar dengan suara keras sementara yang satu lebih suka belajar dengan ketenangan. Konflik muncul ketika musim ujian tiba, ketika yang satu menghapal dengan suara keras, yang satunya lagi merasa terganggu karena tidak bisa belajar dalam suasana berisik. Ini baru contoh sederhana, belum lagi dalam skala yang lebih besar seperti konflik antarumat beragama atau antarpendukung klub sepak bola dimana jika konflik meruncing maka akibat yang ditimbulkan bisa sangat berbahaya.

Dilihat dari derajat, strata, atau tingkatan pihak-pihak yang terlibat konflik maka kita dapat membedakan konflik menjadi dua macam yaitu konflik horizontal dan konflik vertikal.

Konflik horizontal adalah konflik yang melibatkan pihak-pihak yang derajat, strata, atau tingkatannya setara, seperti konflik antarumat beragama, konflik antaretnis, konflik antarsuku, dan lain sebagainya. Sementara pada konflik vertikal pihak-pihak yang terlibat konflik memiliki perbedaan derajat, strata, atau tingkatan, seperti konflik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, konflik antara siswa dengan guru, konflik antara pegawai dan atasannya, dan lain sebagainya.

Kedua jenis konflik ini terjadi di negara kita Indonesia. Keberagaman suku, agama, dan etnis di Indonesia turut mempengaruhi mudahnya terjadi konflik-konflik horizontal seperti konflik antaragama, antarsuku, dan antaretnis.

Contohnya saja konflik yang terjadi Ambon, Poso, dan Sampit. Konflik vertikal juga cukup sering terjadi di Indonesia. Diantaranya konflik yang ditimbulkan oleh gerakan-gerakan rakyat di daerah yang menuntut pemisahan dari negara kesatuan Republik Indonesia seperti yang terjadi di Aceh dan Papua. Salah satu alasan mereka adalah adanya ketidakadilan pemerintah pusat dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dirasa kurang menguntungkan bagi masyarakat di daerah, khususnya di luar pulau Jawa. Seperti pembangunan yang tidak merata dan hanya terpusat di pulau Jawa. Disamping adanya kepentingan-kepentingan dari pihak-pihak tertentu yang memang ingin memisahkan diri dan memecah belah NKRI.


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian konflik vertikal dan horizontal serta contohnya. Semoga kalian bisa menjelaskan pengertian dan contoh konflik vertikal dan horizontal secara umum ya ! Baca juga pengertian kelangkaan sumber daya manusia 🙂