1. Pengertian kurs jual dan kurs beli itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan kurs jual dan kurs beli ?
  3. Apa itu kurs jual dan kurs beli ? Apa contoh kurs jual dan kurs beli ?
  4. Bagaimana cara menghitung kurs jual dan kurs beli valuta asing ?
  5. Apa perbedaan kurs jual dan kurs beli ?

Pengertian Kurs Jual dan Kurs Beli Beserta Contohnya


Arti kurs jual dan kurs beli adalah :

Pengertian kurs jual dan kurs beli adalah sebagai berikut :

  • Kurs jual adalah nilai harga yang diberikan oleh pihak bank saat kita membeli valuta asing / mata uang asing.
  • Kurs beli adalah nilai harga yang diberikan oleh bank saat kita menukarkan valuta asing / mata uang asing.

Pengertian kurs jual dan kurs beli beserta contohnya – Istilah kurs pasti pasti selalu berkaitan dengan mata uang negara lain (Valuta Asing). Penukaran mata uang lokal dengan mata uang negara lainnya disebut dengan istilah Transaksi Valas (Foreign Exchange/Forex). Sedangkan nilai tukar mata uang antara sebuah negara dengan nilai mata uang negara lainnya, disebut dengan istilah Kurs.

Kurs terdiri dari Kurs Jual dan Kurs Beli. Nilai kurs jual akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai kurs beli. Selisih antara kurs jual dengan kurs beli disebut dengan Spread. Kurs jual dan kurs beli ini juga selalu berubah-ubah setiap harinya.

Mengapa kurs mata uang asing dapat berubah ubah setiap hari? Adapun penyebab mengapa kurs mata uang asing dapat berubah setiap hari antara lain karena :

  • Terjadinya perubahan suku bunga.

Bank dari berbagai negara akan mengeluarkan nilai suku bunga yang selalu berubah dalam periode tertentu sesuai dengan situasi sepanjang tahun.

  • Perbedaan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Bagi negara yang mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, maka akan sangat berpengaruh pada kenaikan nilai mata uangnya. Sehingga hal ini bisa mengindikasikan kenaikan pada nilai suku bunga negara tersebut. Karena faktor inilah banyak investor yang menanamkan investasi mereka ke negara tersebut.

  • Pengaruh politik.

Segi politik juga mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam perubahan nilai kurs. Contohnya: penggantian presiden, isu pelantikan menteri, demonstrasi dsb baik di negara kita maupun di negara lain akan memicu naik turunnya kurs.

  • Harga Komoditas.

Harga komoditi juga ikut berperan dalam mempengaruhi nilai kurs. Contohnya kenaikan harga minyak sangat berpengaruh buruk terhadap mata uang dari negara-negara pengimpor minyak terbesar di dunia, seperti Amerika Serikat dan Jepang. Kenaikan harga emas juga bisa mempengaruhi nilai mata uang negara tertentu, seperti: Dollar AS dan Yen Jepang.

  • Efek Penawaran dan Permintaan.

Perubahan modal besar dari satu mata uang ke mata uang lainnya, transaksi besar dana yang sering dilakukan oleh Perusahaan Internasional atau ketika Manajer Investasi melakukan perubahan portofolionya dari satu negara ke negara lain dalam jumlah dana besar, sangat berpengaruh pada nilai tukar uangnya, terutama mata uang yang sedang diminati.

Bagaimana cara menghitung kurs jual dan kurs beli valuta asing ? Berikut contoh cara menghitung kurs jual dan kurs beli mata uang asing Dollar Amerika.

Contoh kurs jual dan kurs beli : Tono ingin membeli uang $100 di Bank BCA dan Tini ingin menjual atau menukarkan uang $50 nya menjadi rupiah.

Diketahui : kurs jual USD di BCA adalah 13.457,- dan kurs beli USD di BCA adalah 13.437,- . Maka untuk mendapatkan uang $100 maka Tono harus mengeluarkan uang sebesar 100 x 13.457 = Rp 1.345.700,- (menggunakan kurs jual karena kita membeli dollar)

Sedangkan Tini akan mendapatkan uang sebesar 50 x 13.437 (kurs beli) = Rp. 671.850,-


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian kurs jual dan kurs beli beserta contohnya. Semoga kalian bisa menjelaskan pengertian kurs jual dan kurs beli valuta asing secara umum ya ! Baca juga pengertian kualitas dan kuantitas 🙂