1. Pengertian limbah tekstil dan contohnya itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan limbah tekstil ?
  3. Apa arti limbah tekstil ? Apa itu limbah tekstil ?
  4. Apa manfaat limbah tekstil ?

Pengertian Limbah Tekstil Menurut Para Ahli


Arti limbah tekstil adalah :

Pengertian limbah tekstil adalah limbah yang mengandung senyawa-senyawa organik yang berasal dari pewarnaan tekstil, pencelupan, pencucian, dan penyempurnaan. Adapun bahan pengotor utama yang terkandung di dalam limbah tekstil adalah bahan yang tersuspensi, warna, dan senyawa yang mudah teroksidasi. (Al-Kdasi et al : 2004)

Definisi limbah tekstil adalah limbah yang  dihasilkan dalam proses pengkanjian, penghilangan kanji, penggelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakan dan proses penyempurnaan. (Risnandar dan Kurniawan : 1998)

Pengertian limbah tekstil adalah limbah yang merupakan : (a) Sisa proses produksi (b) Bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud utama dalam proses pembuatan (c) Barang rusak atau cacat dalam proses produksi. Adapun karakter limbah tekstil yaitu ; 1) Menjadi tempat tumbuhnya bibit penyakit, 2) Sulit untuk didegradasi dan sulit menyatu kembali dengan lingkungan alam, 3) Apabila dibakar akan mencemari udara 4) Bisa merusak bioata yang ada di dalam tanah dalam jangka waktu tertentu, 5) Dapat menyumbat saluran air dan menimbulkan banjir. (Suciati, S.Pd, M.Ds) 


Jika mendengar kata tekstil biasanya yang muncul di pikiran kita adalah aneka busana yang kita gunakan sehari-hari mulai dari baju, celana, rok, dan lain sebagainya. Namun sebenarnya tekstil tidak terbatas pada busana saja, semua bahan-bahan yang terbuat dari serat baik serat alami (kapas) maupun serat buatan yang dipintal menjadi benang, menjalani serangkaian proses, hingga akhirnya menjadi bahan yang dapat diolah menjadi busana atau produk lain disebut dengan tekstil.

Seperti proses produksi pada umumnya, proses pembuatan tekstil juga menghasilkan limbah atau zat sisa yang disebut dengan limbah tekstil. Terlebih lagi dalam proses pembuatannya melibatkan berbagai bahan kimia tertentu yang tentu saja akan menghasilkan zat sisa yang akan menjadi limbah. Dibandingkan menggunakan serat sintetis, proses pembuatan tekstil dari serat alami menghasilkan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat.

Diantara rangkaian proses yang dilakukan dalam pembuatan tekstil yang berpotensi menghasilkan limbah adalah :

  • Pengkanjian

Pengkanjian dilakukan agar serat yang telah dipintal menjadi benang menjadi kuat dan kaku sebelum benang tersebut ditenun atau dirajut. Proses ini dilakukan menggunakan zat kanji seperti pati, getah, perekat gelatin, karboksimetil selulosa (CMC), serta polivinil alkohol (PVA).

  • Penghilangan kanji

Setelah benang selesai ditenun maka kanji perlu dihilangkan dengan menggunakan asam untuk zat kanji yang berupa pati, air untuk zat kanji berupa CMC atau PVA, atau menggunakan enzim. Proses ini berpotensi menimbulkan limbah yang cukup besar karena zat kanji yang digunakan sebelumnya dibuang menggunakan air, asam, atau enzim.

  • Pemasakan

Proses ini dilakukan untuk menghilangkan komponen-komponen lain pada serat seperti lemak, minyak, lilin, atau kotoran-kotoran lainnya menggunakan larutan alkali panas seperti natrium hidroksida, natrium carbonat, air kapur, dan lain sebagainya. Proses ini juga menghasilkan limbah cair yang cukup penting yang bervolume besar dengan kadar pH yang beragam.

  • Merserisasi

Proses ini dilakukan untuk menyempurnakan bentuk serat dan kualitas serat seperti kilap, daya celup, kekuatan, daya tarik, serta tingkat adsorpsi terhadap zat warna. Dilakukan dengna merendam serat ke dalam larutan natrium hidroksida. Seperti pada proses pemasakan proses ini juga menghasilkan limbah cair dengan volume besar dan kadar pH beragam.

  • Bleaching atau pengelantangan

Proses ini dilakukan untuk memutihkan kain sebelum dilakukan proses pewarnaan dengan menggunakan peroksida, natrium hipoklorit, asam borat, atau asam perasetat.

  • Pewarnaan, pencetakan, hingga penyempurnaan

Setelah dilakukan pengelantangan, kain siap diberi warna dengan menggunakan berbagai zat pewarna. Sisa proses ini akan menghasilkan air limbah berwana yang juga mengandung zat-zat lain yang terdapat pada zat warna seperti logam dan fenol.


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian limbah tekstil dan contohnya. Semoga kalian bisa menjelaskan macam macam limbah tekstil dan contohnya secara umum ya ! Baca juga pengertian limbah B3 dan contohnya 🙂