1. Pengertian monometalisme dalam ekonomi itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan monometalisme ?
  3. Apa arti kata monometalisme ? Apa itu monometalisme ?
  4. Apa definisi monometalisme ? Monometalisme artinya apa ?

Pengertian Monometalisme Dalam Ekonomi


Arti monometalisme adalah :

Pengertian monometalisme dalam ekonomi adalah sistem standar moneter yang menggunakan sistem standar tunggal dimana standar uangnya berupa 1 (satu) buah logam mulia. (bisa perak atau emas saja)

Kelebihan dan kekurangan monometalisme adalah sebagai berikut :

Kelebihan monometalisme :

  • Sistemnya sangat sederhana karena tidak kesulitan mencari perbandingan yang paling bagus diantara dua logam.
  • Monometalisme akan mempermudah pembayaran internasional JIKA semua negara memakai satu logam yang sama sebagai mata uangnya.

Kekurangan monometalisme :

  • Harga produksi dan biaya penambangan logam tersebut akan mempengaruhi nilai uang dan harga barang.
  • Agak sulit mengkonversi nilai uang terhadap beberapa barang yang nilai sangat murah.
  • Tidak efisien untuk digunakan sebagai mata uang perdagangan internasional.

Pengertian Monometalisme Dalam Ekonomi – Monometalisme adalah sebuah istilah yang berkaitan dengan Standar Moneter. Apa sebenarnya Standar Moneter? Standar Moneter adalah suatu sistem moneter yang berdasarkan atas standar nilai uang. Sistem moneter ini mencakup : peraturan tentang sifat- sifat uang, pengaturan mengenai jumlah uang yang beredar (baik itu logam maupun kertas), ekspor impor logam-logam mulia serta fasilitas bank yang berhubungan dengan ekspansi demand deposit (simpanan yang dapat diambil setiap saat).

Monometalisme disebut juga dengan standar tunggal, yaitu sistem standar moneter yang menggunakan standar uang berupa satu jenis logam mulia, baik itu perak maupun emas. Ada juga istilah Bimetalisme, yang merupakan sistem standar moneter yang berdasarkan pada dua logam, dimana penggolongannya menjadi standar kembar, standar paralel dan standar pincang.

Perlu kamu ketahui bahwa standar uang terbagi menjadi 2 jenis yaitu:

  • Standar kertas, adalah suatu sistem keuangan dimana uang kertas digunakan sebagai alat tukar atau alat pembayaran yang sah dan tidak terbatas, namun tidak ditukarkan dengan perak dan emas pada bank sirkulasi.
  • Standar logam (metalisme)

Standar logam (metalisme) ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu: monometalisme dan bimetalisme.

Monometalisme merupakan salah satu jenis standar logam. Standar logam ini adalah standar tunggal, berupa sebuah logam mulia, baik itu perak maupun emas. Logam inilah yang dipakai sebagai alat pembayaran yang sah dan tidak jumlahnya terbatas.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia juga menggunakan uang logam sebagai alat tukar atau alat pembayaran yang sah yang dikeluarkan oleh pemerintah. Uang logam ini bisa terbuat dari perak, tembaga, almunium, perunggu, suasa maupun emas.

Sejarah uang logam pada zaman dulu cukup unik yaitu logam dipotong dan ditimbang, serta ditentukan kadarnya sebagai penentu nilainya. Karena pembuatan tersebut rumit dan tidak efisien. Maka para raja atau penguasa waktu itu mulai menempa uang. Dari waktu ke waktu, potongan logam tersebut dibentuk menjadi bentuk kepingan dan diberi cap resmi sebagai jaminan berat dan kadarnya (gambar raja, “the sovereign” dan angka sebagai nilainya). Angka pada kepingan itulah yang disebut dengan nilai nominal, sedangkan nilai bahan atau kepingan disebut dengan nilai intrinsik.

Adapun kelebihan penggunaan logam mulia sebagai alat pembayaran antara lain: bisa lebih mudah diterima umum karena mempunyai kegunaan dan berharga, tahan lama, mudah dibawa, kualitas mudah dikontrol dan nilainya dapat dipastikan serta tidak mudah dipalsukan. Sedangkan kelemahannya yaitu: tidak praktis, berat dibawa jika dalam jumlah banyak, biaya pembuatan uang logam lebih mahal dibanding dengan biaya pembuatan uang kertas.


Itulah penjelasan monometalisme secara singkat. Semoga kalian bisa memahami pengertian monometalisme dalam ekonomi secara umum ya ! Baca juga pengertian fidusia dan contohnya 🙂