1. Pengertian politik pintu terbuka dan contohnya itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan politik pintu terbuka ?
  3. Apa itu politik pintu terbuka ?
  4. Apa dampak politik pintu terbuka bagi Indonesia ?
  5. Apa latar belakang politik pintu terbuka ?

Pengertian Politik Pintu Terbuka dan Contohnya


Arti politik pintu terbuka adalah :

Pengertian politik pintu terbuka adalah politik kolonial liberal yang diberlakukan di Indonesia pada tahun 1870. Politik pintu terbuka atau dalam bahasa Inggris disebut open door policy ini dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan maksud untuk membukakan kesempatan bagi pemilik modal asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia khususnya di bidang perkebunan seperti teh, cengkeh, cokelat, tebu, kina, dan masih banyak jenis perkebunan lainnya. Pemerintahan Hindia Belanda diisi oleh para kaum liberal kebanyakan merupakan pengusaha swasta yang secara besar-besaran boleh menanamkan modalnya di Indonesia.

Pendek kata, pengertian politik pintu terbuka adalah suatu sistem politik dimana pemerintah membuka wilayah negara sebesar-besarnya bagi para pengusaha.

Politik pintu terbuka berarti pelaksanaan politik liberal dimana kegiatan ekonominya dilaksanakan oleh kaum liberal pihak swasta sedangkan pihak pemerintah hanya boleh mengawasi saja. Politik ini dilatarbelakangi oleh adanya Traktat Sumatera pada tahun 1871 yang memberikan kebebasan kepada kaum liberal Belanda) untuk memperluas wilayah jajahannya hinga ke Aceh. Sebagai imbalannya, Inggris meminta Belanda untuk menerapkan sistem ekonomi liberal ini dengan tujuan agar Inggris bisa menanamkan modalnya di Indonesia.

Dalam politik pintu terbuka, terdapat UU Agraria tahun 1870. UU ini dimaksudkan untuk memperbaiki taraf kehidupan rakyat Indonesia agar semakin baik lagi. Adapun isi pokok UU Agraria, antara lain:

  • Rakyat pribumi diberikan hak untuk menyewakan tanah yang dimilikinya kepada para pengusaha swasta, dan
  • Pengusaha swasta dapat menyewa tanah tersebut hingga 75 tahun lamanya

Pelaksanaan politik pintu terbuka di Indonesia memberikan jaminan kebebasan dan keamanan bagi pihak swasta yang menanamkan modalnya. Namun pihak liberal hanya memberikan hak untuk menyewa tanah saja bukan untuk dibeli. Hal ini dimaksudkan agar pihak asing (kecuali Belanda) tidak bisa menguasai tanah tersebut. Hasil dari perkebunan tersebut nantinya akan diekspor ke Eropa.

Politik pintu terbuka ini memiliki dampak tersendiri bagi pihak Belanda maupun Indonesia. Apa saja dampak politik pintu terbuka bagi rakyat Indonesia dan Belanda?

  1. Bagi Belanda
  • Belanda mendapat keuntungan besar dari hasil perkebunan Indonesia, dan membuat Belanda menjadi pusat perdagangan saat itu dari hasil tanah jajahannya.
  • Hasil perkebunan dan pertambangan dari Indonesia secara langsung dioper ke negeri Belanda.
  1. Bagi Indonesia
  • Pada tahun 1885 terjadi krisis perkebunan terutama pada hasil perkebunan berupa kopi dan gula yang dampaknya sangat besar sehingga kesejahteraan rakyat merosot.
  • Tidak terpenuhinya kebutuhan pangan saat itu, karena menurunnya hasil beras sementara pertumbuhan penduduk sangatlah tinggi.
  • Adanya impor dari Eropa menyebabkan bahan hasil kerajinan tangan Indonesia tidak laku.
  • Masih berlakunya sistem kerja rodi dan adanya hukuman yang berat bagi rakyat ketika melanggar pelanggaran Poenale Sanctie.

Itulah penjelasan singkat tentang pengertian politik pintu terbuka dan contohnya. Semoga kalian bisa memahami pengertian sistem politik pintu terbuka di Indonesia secara umum ya ! Baca juga pengertian politik mercusuar 🙂